Sabtu, 26 Januari 2013

Laporan Praktikum Biologi Uji Bahan Makanan



Laporan Praktikum Biologi Uji Bahan Makanan


Kata Pengantar

Alhamdulillahi Rabbil Alamin.

Puji syukur Penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkatNyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil pratikum ini. Tak lupa pula kita kirimkan shalawat dan salam atas junjungan Rasulullah SAW yang telah membawa kita dari Alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang

Dalam penyusunan laporan hasil pratikum ini tentu saja jauh dari kesempurnaan. Kerena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan dan perbaikan tugas ini.

Akhirnya, kepada seluruh pihak yang turut memberikan partisipasi dalam terwujudnya hasil pratikum ini, tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih

Mudah-mudahan laporan pratikum ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut.


Penulis
(Kelompok VI)

BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan diuraikan atau dipecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana baik secara mekanik maupun secara kimiawi agar dapat diserap tubuh. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Proteinkarbohidratlemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Kekurangan salah satu atau lebih dari zat makanan di atas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Sebaliknya, kelebihan zat makanan juga tidak baik bagi kesehatan. Keadaa tubuh dimana komposisi zat makana tidak seimbang disebut malnutrisi. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan satu atau lebih nutrien (zat makanan) esensial
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasiProtein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi asam lemak yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.

B.      Landasan Teori
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atautumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenagadana nutrisi.
Makanan bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. 
Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti airkarbohidrat, protein, lemakvitamin,enzimpigmen dan lain-lain.
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
Untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indicator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:
1)     yodida
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)

2)    Benedict
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)

3)    Biuret
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein

4)    kertas minyak
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak

BAB II PEMBAHASAN

A.     Pengertian 

I.      Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Tubuh anda memerlukan karbohidrat, antara lain sebagai sumber energi utama ( setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori), untuk menjaga keseimbangan kondisi asam dan basa dalam tubuh, sebagai bahan  pembentuk struktur sel, dan sebagai bahan pembentuk senyawa-senyawa organik seperti lemak serta protein.
Karbohidrat dikelompokkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah senyawa karbohidrat sederhana yang tersusun atas satu gugus gula, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Glukosa dapat ditemukan dalam buah seperti anggur, bawang, dan madu. Galaktosa dapat dijumpai pada gula susu dan gula tebu. Adapun fruktosa merupakan gula yang paing manis, umumnya dapat ditemukan dalam buah-buahan dan madu. Disakarida merupakan senyawa karbohidrat dengan gugus gula dua. Maltosa, laktosa, dan sukrosa merupakan contoh disakarida yang paling umum. Maltosa dibentuk oleh dua molekul glukosa, laktosa dibentuk oleh molekul glukosa dan galaktosa, sedangkan sukrosa dibentuk oleh dua molekul glukosa dan fruktosa. Sukrosa dapat didapati di tebu, lobak merah, pisang, buah-buah yang manis, serta akar-akar penyimpanan yang tertentu. Maltosa dapat dijumpai dijumpai dalam kecambah jawawut. Adapun laktosa didapati pada semua susu hewan mamalia termasuk ASI. Sementara itu, polisakarida merupakan senyawa karbohidrat yang tersusun atas banyak molekul gula sederhana, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa
Karbohidrat, terutama glukosa berperan aktif dalam penyediaan sumber energi bagi sel-sel otak, lensa mata, dan jaringan saraf. Selain itu, karbohidrat juga berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam basa, dan pembentukan struktur sel, jaringan, serta organ tubuh. Adapun laktosa berfungsi membantu penyerapan kalsium
Metabolisme karbohidrat dimulai dari penyerapan glukosa dari usu melalui vena portal hepatika untuk dialirkan ke hati. Di hati, glukosa akan berubah menjadi glikogen. Dalam aliran darah, fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glukosa

II.      Protein
Protein tersusun atas unsur-unsur C,H,O, dan N (nitrogen). Beberapa jenis protein juga mengandung S (sulfur) dan P (fosfor). Protein memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai sumber energi ( 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori); sebagai bahan pembentuk hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Selain itu, protein juga berfungsi sebagai bahan pembentuk sel-sel baru dan sebagai larutan penyangga (sistem buffer). Larutan penyangga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan asam dan basa cairan tubuh
Di dalam tubuh, protein diserap dalam bentuk asam amino. Asam amino dibedakan menjadiAsam amino esensial adalah asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. Untuk itu, asam amino ini harus didatangkan dari luar tubuh malalui makanan. Asam amino yang termasuk esensial antara lain arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin. Sementara itu, asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Contohnya alanin, asparagin, asam aspartat, sistein, sistin, asam glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin.

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani.Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan dan produk olahan, terutama kacang kedelai. Adapunprotein hewani diperoleh dari hewan,  misalnya daging, telur, susu, dan ikan.

 III.      Lemak
Lemak merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C,H, dan O. Lemak tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut lemak, seperti alkohol, kloroform, dan eter. Seperti halnya karbohidrat, lemak juga berguna sebagai sumber energi (1 gram lemak menghasilkan energi 9,3 kalori). Meskipun menghasilkan energi terbesr, lemak bukanlah penghasil energi utama karena lebih banyak disimpan sebagai energi cadangan
Fungsi lemak yang lain, yaitu sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K ; sebagai pelindung organ-organ tubuh, misalnya jantung, ginjal, dan lambung. Lemak juga berfungsi sebagai bahan pembentuk membran sel, mencegah hilangnya panas tubuh saat udara dingin sehingga suhu tubuh tetap terjaga.
Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati (dari tumbuhan) dan lemak hewani (dari hewan). Contoh sumber lemak nabati, antara lain santan, minyak kelapa, kacang tanah, dan buah avokad. Adapun contoh lemak hewani adalah daging, telur, susu, mentega, gajih, dan keju.
Di dalam tubuh, lemak diuraikan dan diserap dalam bentuk asam dan gliserol. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh berbentuk cair dan umumnya berasal dari tumbuhan. Asam lemak jenuh berbentuk padat dan terdapat pada otak, hati, serta daging

 IV.      Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang terkandung dalam berbagai makanan dan diperlukan untuk mengatur serta memperlancar metabolisme tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa-senyawa lain. Kondisi kekurangan (defisiensi) vitamin dinamakan avitaminosis. Vitamin tidak berfungsi untuk menghasilkan energi. Karena tidak dapat disintesis oleh tubuh, vitamin harus didatangkan dari luar tubuh melalui berbagai berbagai jenis makanan.

Berdasarkan jenis pelarutnya, vitamin dibedakan menjadi:
1.     Vitamin yang larut dalam lemak
ü  Vitamin A
ü  Vitamin D
ü  Vitamin E
ü  Vitamin K
2.     Vitamin yang larut dalam air
ü  Vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B, B12, dan biotin)
ü  Vitamin C


 V.        Enzim
enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi kimia organik. molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekoul lain yang diesbut produk. jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang disebut promoter. semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.

BAB III METODE PENELITIAN

A.      Tujuan

· Mengetahui dan membuktikan kandungan glukosa pada makanan
· Mengetahui dan membuktikan kandungan karbohidrat pada makanan
· Mengetahui dan membuktikan kandungan lemak pada makanan
  Mengetahui dan membuktikan kandungan vitamin pada makanan
  Mengetahui dan membuktikan kandungan enzim yang dimiliki oleh air ludah         
B.      Alat dan Bahan
1.   Tabung reaksi sebanyak bahan yang akan diuji
2.   Rak tabung reaksi
3.   Pembakar spiritus dan pelengkapannya
4.   Alu dan lumping
5.    Larutan Benedict
6.    Larutan Iodium
7.    Larutan Biuret
8.    Plat tetes
9.    Gula
10.  Kertas minyak
11.  Nasi
12.  Roti tawar
13.  ubi
14.  Telur masak
15.  jeruk
16.  Tempe mentah
17.  Air liur
18.  Mentega
19.  Susu 
20. Alkohol
21. Vitamin
22. Margarin
23. Tomat

C. Cara Kerja
1.      Uji Karbohitrat
a. Tumbuk dan haluskan bahan makanan seperti nasi, ubi, roti, tempe, tomat, tepung terigu.
b. Sediakan plat tetes dan isilah dengan bahan makanan yang sudah ditumbuk/ dihaluskan!
c. Setiap lubang dalam platelet ditetesi dengan larutan yodida sebanyak 5 tetes!
d. Aduk hingga tercampur rata dan amatai perubahan warna yang terjadi!

2.      Uji Glukosa
a. Sediakan 4 tabung reaksi!
b. Isilah tabung I dengan susu, tabung II dengan kanji, tabung III dengan glukosa ditumbuk dan tabung IV disisi tepung terigu
c. Masing-masing tabung ditetesi dengan lima tetes larutan benedict dan kemudian dikocok!
d. Siapkan pembakar spiritus dan panaskan air 100 ml hingga mendidih, kemudian masukkan semua tabung reaksi kedalamnya dan biarkan beberapa saat
e. Angkat tabung reaksi dan amati perubahan warna yang terjadi!
 (bahan makanan yang mengandung glukosa akan bewarna merah bata)

3.      Uji Protein
a. Sediakan plat tetes dan isilah dengan bahan-bahan makanan yang sudah ditumbuk/ dihaluskan (putih telur, kuning telur, tempe).!
b. Tetesi sekitar empat tetes larutan biuret  tiap lubang dalam platelet!
c.  Aduk hingga tercampur rata dan amatai perubahan warna yang terjadi!
 (bahan makanan yang mengandung protein akan bewarna ungu).

4.      Uji Lemak
a.  Sediakan selembar kertas minyak !
b.  Gosoklah sejumlah kecil dari tiap jenis bahan makanan yang akan diuji dengan kertas sampul tersebut!
c.  Tandailah kertas tadi dan angin-anginkan sebentar
 (bahan makanan yang mengandung lemak akan menunjukkan adanya bekas olesan yang tembus pandang atau transparan)

5.    Uji Vitamin
a. siapkan sampel vitamin, tomat dan minuman jeruk kemasan
b. tetesi tabung reaksi dengan larutan yodida
c. tetesi tabung reaksi yang memiliki yodida dengan beberapa tetes sampel sampai warnanya berubah.
d. Hentikan tetesan jika warna larutan sudah birukehitaman (warna biru kehitaman menunjukkan di dalam sampel terkandung vitamin c)

6. Uji Enzim
a. Tabung reaksi diberi label atau tanda tertentu ,misalnya dengan I,II,III,IV,dan V.
b. Berkumur dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa makanan.
C .Air liur dimasukkan ke dalam tabung reaksi I,II, masing-masing 10 ml.
d. Pada tabung reaksi I ,langsung dipanaskan (sampai mendidih),lalu diletakkan pada tempat tabung reaksi.
e. Pada tabung reaksi II , langsung diletakkan pada tempat tabung reaksi tanpa pemanasan.
f. setelah itu tabung I dan II di pisah ke dalam dua tabung reaksi
yaitu tabung III (di panaskan) dan IV (tidak dipanaskan).
g.  setelah itu tabung I dan II di berikan 5 tetes yodida.
h. tabung IIIdan IV di tetesi 5 tetes benedict.
i. Masing-masing tabung reaksi tersebut (tabung reaksi I,II,III,IV,dan V) ,dipanaskan secara langsung,kemudian didiamkan beberapa saat ,hingga terjadi perubahan warna .

7. Uji Emulsi Lemak
a. Masukkan air kedalam tabung reaksi.
b. kemudian masukkan minyak dan alcohol sesudahnya.
c. setelah itu guncang-gungcangkan tabung reaksi sehingga air minyak dan alcohol menyatu.

BAB IV HASIL PENELITIAN


A. Hasil Pengamatan


Tabel 1 : Hasil pengamatan uji glukosa, protein dan amilum pada makanan



No

Jenis Uji

Bahan Uji
Hasil Pengamatan

Keterangan
Perubahan Warna
Ada/
Tidak
Sebelum
Sesudah
1











2










3
Uji Glukosa











Uji Protein










Uji Karbohidrat.
1

2
3

4






1

2
3







1
2
3
4
5
6
Susu

Kanji
Tepung terigu

Glukosa






Tempe
                      
Kuning telur
Putih telur







Tempe
Nasi
Roti tawar
Tomat
Tepung
Ubi
Putih

Putih
Putih

Putih






Putih

Kuning
Kuning
Jernih






Putih
Putih
Coklat Muda
Putih
Kuning
Putih Kekuningan
Kuning
Putih Kekuningan
Merah Bata






Hitam Keunguan
Ungu
Ungu







Coklat
Hitam
Hitam
Hitam
Coklat
      Hitam
Ada

Ada
Ada

Ada






Ada

Ada
Ada







Tidak
Ada
Ada
Ada
Tidak
   Ada
Makanan yang warnanya berubah menjadi kuning berarti mengandung glukosa.



Makanan yang warnanya berubah menjadi ungu setelah ditetesi biuret berarti mengandung protein.

Makanan yang warnanya berubah menjadi hitam setelah ditetesi lugol, berarti mengandung amilum.













Tabel 2 : Hasil pengamatan uji lemak pada makanan



No

Jenis Uji

Bahan Uji
Hasil Pengamatan

Keterangan
Kertas
(Transparan/Tidak)
Ada/Tidak
1
Uji Lemak

1
2
3
4
5
Susu
Mentega
Minyak
Air
Air jeruk
Tidak transparan
Transparan
Transparan
Tidak Transparan
Tidak transparan
Tidak
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Kertas yang transparan sebagai indikator bahwa makanan tersebut mengandung lemak.










TABEL 3 : UJI VITAMIN


Makanan yang di uji
Jumlah tetesan yang diperlukan untuk menetralkan Amilum Iodida
Vitamin C    
 10 tetes
Tomat
 250  tetes
ALE-ALE
∞ ( Tidak Mengandung vit )
Air Jeruk
150 tetes




4. Hasil uji emulsi lemak

  Setelah larutan air minyak dan akohol di campur miyak di pecahkan oleh alcohol.


TABEL 4 : UJI ENZIM


I
Larutan ditetesi dengan cairan Iodium sebanyak 5 tetes dan larutan berubah warna menjadi hitam.
II
Larutan ditetesi dengan cairan Benedith sebanyak 5 tetes dan larutan berubah warna menjadi putih kebiruan.
III
Larutan ditetesi dengan cairan Iodium sebanyak 5 tetes dan larutan berubah warna menjadi hitam.
IV

Larutan ditetesi dengan cairan Benedith sebanyak 5 tetes dan Lrutan berubah warna menjadi putih kebiruan.

B. Hasil Pengamatan
1 Uji Karbohidrat
Makanan yang mengandung karbohidrat akan berubah menjadi hitam keunguan karena pati terdiri dari polimer glukosa. Rantai linear panjang adalah amilosa. Amilopektin mirip tetapi mengandung titik cabang setiap glukosa 25 atau lebih. Amilosa kumparan menjadi struktur sekunder heliks menyerupai tabung dengan hollow core. Molekul tertentu termasuk asam lemak dan yodium dapat mengajukan dalam inti sebagaimana telah disebutkan. Kompleks yodium terjebak dalam kumparan amilosa menghasilkan warna biru-hitam khas. Pati itu sendiri tidak berubah. Pati-iodine kompleks menjadi tidak stabil pada suhu di atas 35 ° C. Kompleks di hadapan agen pengoksidasi solusi membiru, dengan adanya zat pereduksi, warna biru menghilang karena triiodida (I 3 -) ion memecah menjadi tiga ion iodida, pembongkaran kompleks. Jadi pati berubah menjadi molekul glukosa. Oleh karena itu warna hitam biru menghilang. Namun, ketika mendingin lagi, maka makromolekul glukosa terikat bersama-sama lagi dalam rantai panjang, menjadi pati. Itulah mengapa diuji positif untuk pati dan berubah kembali menjadi biru-hitam warna.
2. Uji Glukosa
Reagen Benedict terbuat dari karbonat natrium sitrat anhidrat, natrium dan tembaga (II) sulfat pentahidrat. Setelah ditambahkan ke dalam larutan uji, mengurangi gula mengurangi sulfat tembaga biru dari solusi Benediktus ke tembaga merah coklat sulfida, yang dipandang sebagai endapan dan bertanggung jawab atas perubahan warna. Non-pereduksi gula tidak bisa melakukan ini. Tes khusus ini hanya memberikan pemahaman kualitatif kehadiran mengurangi gula.

3. Uji Protein
Reagen biuret berfungsi untuk menguji kandungan protein dalam suatu zat (makanan) apabila setelah ditetesi biuret, makanan/ sari makanan yang mengandung protein akan berubah menjadi berwarna ungu. Uji ini didasarkan pada reaksi pembentukan kompleks Cu2+ dengan gugus -CO dan -NH dari rantai peptida dalam suasana basa.Hasil positifnya akan membentuk warna ungu. Uji Biuretadalah uji umum untuk protein(ikatan peptida), tetapi tidak dapat menunjukkan asam amino bebas. Zat yang akan diselidiki mula-mula ditetesi larutan NaOH, kemudian ditetesi larutan tembaga(II)sulfat yang encer. Jika terbentuk warna ungu berarti zat itu mengandung protein.
4. Uji Lemak
Kertas minyak adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu dikeringkan. Jika kertas buram tersebut menjadi transparan, maka itu menunjukan bahwa bahan makanan tersebut mengandung lemak.
5. Uji Vitamin

Vitamin c merupakan asam askorbat yang memiliki sifat dapat merusak warna iodium. Pencampuran vitamin c kedalam larutan iodium yang berwarna coklat dapat mengubah warna coklat iodium menjadi bening.Larutan iodium yang berwarna coklat dapat digunakan sebagai indikator keberadaan vitamin c didalam suatu bahan tertentu. Kandungan vitamin c yang terdapat didalam buah segar biasanya tidak sebanyak pada tablet vitamin c.Vitamin C sering disebut sebagai rajanya vitamin, Itu karena vitamin C memang memiliki banyak manfaat. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Vitamin c sangat dibutuhkan, terutama di kota besar. Belum lagi radikal bebas berupa polusi dari asap kendaraan bermotor dan rokok, serta lainnya, makin bertebaran. Semua itu membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan gampang menurun dan serangan radikal bebas membuat sel-sel tubuh mudah rusak dan tak mampu berfungsi dengan baik. Salah satu akibat dari proses kerusakan secara cepat itu adalah penuaan kulit lebih dini.Dosis konsumsi vitamin C yang ideal adalah 75 miligram per hari. Perempuan hamil dan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar dari jumlah itu. Ada juga yang berpendapat cukup mengonsumsi 200 miligram sehari. Bagi orang yang hidup dengan stres atau mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, dosis 500 miligram adalah dosis yang cukup baik.
6. Uji Enzim
Air liur yang dipanaskan akan mempercepat proses kerja enzim 
7. Uji Emulsi Lemak
Minyak yang dicampur dengan air dan alkohol akan mempercepat pemecahan minyak. itu dikarenakan alkohol mempercepat proses pemecahan lemak dan memperlambat penyatuannya kembali.


BAB V PENUTUP

  Simpulan


Bahwa dengan mencampurkan bahan makanan dengan larutan lugol, fehling A dan B, Reagen Biuret dan Reagen Benedict akan membuat bahan makanan tersebut berubah warna. Misalnya bila bahan makanan tersebut berubah warna menjadi ungu berarti bahan makanan tersebut mengandung protein, bila berwarna orange maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa, bila berwarna biu pekat sampai hitam baka bahan makanan tersebut mangandung Amilum.

DAFTAR PUSTAKA
http//:www.wikipedia.com/sistempencernaanmanusia/html/
http//:www.wikipedia.com/pengertianenzim/html/
http//:http://riniratsa.blogspot.com/2012/10/uji-glukosa-karbohidrat-protein-vitamin.html
http://chikatikatista.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-biologi-uji-makanan.html
http://ipa10pgsd.wordpress.com/74-2/














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar